Travel umroh murah di Jakarta dan informasi biaya paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

3 Amunisi Muslim Paling Utama Setiap Saat (2)


3 Amunisi Muslim Paling Utama Setiap Saat (2)


Setelah poin pertama tentang taqwa di 3 Amunisi Muslim Paling Utama Setiap Saat (1), yaitu ber-TAQWA-lah di mana saja kalian berada, berikutnya adalah poin kedua dari 3 amunisi muslim paling utama tersebut yang harus dimengerti, dipegang teguh (jangan dilupakan), dan diamalkan dengan sebaik-baiknya oleh semua orang Islam di manapun, kapanpun, yakni: ikuti/iringi/balas kejahatan/keburukan dengan kebaikan.


2. Ikuti/iringi/balas kejahatan/keburukan dengan kebaikan/perbaikan

Sifat dasar manusia adalah membalas sesuatu sesuai apa yang diterimanya. Jika seseorang melakukan kejahatan kepada seseorang, inginnya orang yang dijahati tersebut membalas dendam dengan kejahatan juga*. Itu adalah hukum alam. Hukum tarik-menarik (Law of Attraction).

Hukum tarik-menarik (Law of Attraction): Niat, pikiran, perkataan dan perbuatan yang positif akan menarik hal-hal yang positif. Dan berlaku sebaliknya.

*) Walau ini dibenarkan dalam Al Qur’an, yakni dibolehkan membalas suatu kejahatan dengan kejahatan yang seimbang, namun perhatikan paragraf-paragraf selanjutnya di bawah.


Di ayat Al Qur'an selanjutnya dijelaskan barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik (atau juga memperbaiki kejahatan tersebut menjadi kebaikan, misal dengan menasehati dan mengajarkan suatu kebaikan kepada si penjahat sehingga tindak kejahatannya dia bisa dia rubah menjadi tindak kebaikan), maka itu lebih baik dan akan ada hitungan kebaikan sendiri baginya.

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ 
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.  Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim." (QS. Al-Syura: 40)

Perhatikan ayat di atas baik-baik. Kata ashlaha dalam bahasa Arab artinya adalah melakukan perbaikan (membuat yang tidak baik menjadi baik), yang mana semua itu masuk dalam kategori berbuat kebaikan.


Amunisi Muslim Paling Utama No. 2: Ikuti/iringi/balas kejahatan/keburukan dengan kebaikan/perbaikan

Maaf sedang ada perbaikan


Bagaimana kalau ada keburukan lalu hanya kata "MAAF" saja yang ada? 

Misal banyak jalan yang rusak tapi hanya ada kata-kata: MAAF JALAN RUSAK tanpa ada tindak lanjut segera untuk perbaikan? 

Meskipun kata maaf saja sudah baik, namun belum cukup karena para pemakai jalan akan tetap dirugikan selama jalan rusak tersebut belum selesai diperbaiki.

Jadi terbukti kan benar-benar sakti QS. As-Syura: 40 di atas?

Perhatikan juga bahwa di ayat tersebut tidak dispesifikasikan siapa yang harus berbuat baik (atau melakukan perbaikan). Bisa orang yang sama dengan yang memberi maaf, bisa juga orang yang berbeda. Yang penting maaf dan perbaikan bisa dilakukan bersama-sama.

Ini salah satu contoh ayat sebagai dasar bahwa kejahatan bisa dibalas dengan kejahatan yang setimpal, namun lebih baik adalah memaafkan lalu mengikutkan kejahatan tersebut dengan membalasnya dengan kebaikan dan/atau perbaikan.


Ada dua contoh bagaimana membalas kejahatan dengan kebaikan/perbaikan

Contoh pertama misal ada seseorang yang berhutang pada kita tapi sudah jatuh tempo tidak dibayar.

Maka cara berbuat baik kepadanya adalah meminta pengembalian uang kita. Jika dia masih ada kesulitan maka cara berbuat baik selanjutnya adalah memberi penangguhan padanya selama dia masih belum bisa membayar.

Tidak sampai di situ, di ayat Al Qur’an pada surah As Syura: 40, selain kita memaafkan, kita dianjurkan bisa memperbaiki keadaan si penghutang.

Misal memberinya pekerjaan atau informasi pekerjaan, memberikan pelatihan gratis agar dia bisa kembali memiliki kekuatan finansial terutama untuk mengatasi keperluan hidupnya dan akhirnya diharapkan dia juga bisa membayar hutangnya kelak.

Jika semua sudah dilakukan dan masih tidak memungkinkan, misalnya orang yang berhutang sedang sakit keras yang tidak memungkinkan untuk bekerja, maka berbuat baik kepadanya adalah dengan merelakan hutang kita. Malah kalau bisa dibantu lagi dengan biaya-biaya untuk berobat dan seterusnya.

Jangan kuatir kalau ada sesuatu yang digunakan di jalan kebaikan karena Allah, Insya Allah akan digantikan dengan yang lebih baik lagi.

Jadi sungguh best practice konsep Islam ini. Dalam merespon suatu keburukan atau kejahatan, kita tidak hanya memaafkan dan berpangku tangan, tapi dianjurkan untuk juga berbuat baik (diantaranya melakukan perbaikan).


Contoh kedua membalas suatu kejahatan dengan kebaikan misalnya ada orang yang selalu merendahkan dan menjelek-jelekkan kita dengan memfitnah, menggosipi, dan sejenisnya.

Bagaimana cara “membalas dendam” kepada orang itu?

Cara terbaik membalas dendam untuk hal ini adalah dengan membalikkan keadaan. Yakni menjadi sukses (sebaliknya) dari kekurangan dan kekurangsuksesan kita yang dia ekploitasi dan hiperbolakan itu. Malah kalau bisa luar biasa kesuksesan kita dibandingkan dari yang bisa dia kira. Doakan semoga kita segera sukses dan umur orang itu panjang sehingga dia melihat kesuksesan kita.

Tepat (dan mudah), bukan?

Tentunya selain tepat dan menjadi kebaikan bagi diri sendiri, juga menjadi pelajaran bagi orang yang suka merendahkan itu. Kita doakan semoga dia bisa tobat dan menjadi sukses juga seperti kita kalau dia belum saat itu.

Balaskan dendam kesumat Anda kepada orang yang selalu merendahkan dan mengata-ngatai Anda dengan buruk, balas mereka dengan KESUKSESAN Anda. Sesegera mungkin!”


Apa Hikmah Allah Mengirimkan ke Kita Orang Yang Merendahkan dan Memperlakukan Kita Dengan Buruk?

Hikmah adanya orang-orang seperti itu, adalah memang Allah yang mengirim mereka kepada kita.

Allah mengirimkan orang-orang yang jahat dan menyakiti kita (contohnya merendahkan kita) dengan tujuan agar kita bangkit dari apa-apa yang dituduhkan mereka itu (apalagi jika benar).

Allah mengirimkan orang-orang “jahat” agar kita bisa “membalas dendam” dengan cara menjadi sukses dan meningkatkan kualitas taqwa kita nantinya. Itulah tujuan Allah “meminjam” orang-orang jahat itu, yakni agar menjadi pembelajaran kedewasaan bagi kita.

Bahkan yang lebih penting, Allah bisa saja mengirimkan orang-orang "jahat" tersebut untuk mengabulkan doa-doa kita. Karena lantaran orang-orang itu, kita menjadi lebih dewasa, lebih bijak, lebih tahan-banting, lebih tanggap mengambil keputusan, lebih sabar, yang mana hal-hal tersebut menjadi puzzle yang jika disatukan akan membawa kepada suatu JAWABAN untuk doa kita, yang jika tanpa sifat-sifat dewasa, bijak, tahan-banting, dan seterusnya, maka mustahil doa kita akan dijawab Allah (sesuai hukum sunnatullah: Allah tidak merubah nasib seorang hamba sebelum hamba tersebut merubah nasibnya sendiri).

JAWABAN itu bisa berupa sukses dan apapun yang menjadi doa kita. Luar biasa, bukan?

Dan akhirnya, sadarkah bahwa kita pun sering Allah pinjam untuk menjadi pembelajaran kedewasaan bagi orang lain? :)


Melirik Continuous/Sustainable Improvement "Milik" Barat

Banyak orang Islam yang berkiblat kepada Barat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri. Misalnya dalam konsep continuous system improvement (CSI) atau peningkatan mutu produksi dan pelayanan jasa.

Padahal dalam Islam sejak 1400-an tahun yang lalu, sudah ada QS. Asyuura ayat 40 di atas sebagai dasar perbaikan dan peningkatan kualitas apapun secara terus menerus, yang benar-benar secara telak membuktikan bahwa Islam sudah memiliki konsep CSI jauh sebelum Barat di awal tahun 2000-an memperkenalkan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui W. Edwards Deming. Juga konsep lain serupa yang sangat terkenal seperti Kaizen.


The Deming (PDCA) Cycle

Continuous Improvement


Sungguh terbukti indahnya Islam bagi yang mau memeluknya dengan erat dan tidak melepaskannya lagi untuk yang lain.


Are you too busy to improve?


Amunisi Muslim Paling Utama No.2: Ikuti/iringi/balas kejahatan/keburukan dengan kebaikan/perbaikan

Bersambung ke 3 Amunisi Muslim Paling Utama Setiap Saat (3). Semoga bermanfaat.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top