Biaya umroh murah 2019 di Jakarta dan informasi akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Umroh Plus: Supir Kehidupan

Biaya umroh 2015 murah bersama Baitussalam: lihat informasinya di umroh Maret 2015, umroh April 2015




Waktu adalah modal hidup manusia. Jumlah waktu yang dimiliki manusia disebut usia.

Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam satu hari. Yakni 24 jam. Baik dari bayi hingga dewasa dan tua, setiap orang memiliki waktu mutlak yang sama yakni 24 jam.

Namun karena penggunaan waktu yang berbeda-beda oleh setiap orang, maka apa yang dimiliki oleh setiap orang juga akan berbeda-beda. Bahkan antara dua anak kembar pun akan memilki hal yang berbeda antara yang satu dengan lainnya.


Waktu Adalah Uang

Menurut istilah Barat, waktu adalah uang. Dari kalimat ini bisa dimenegrti bahwa uang memiliki peranan penting. Sehingga wajar kalau seseorang meyakini waktu adalah uang, maka orang tersebut akan secara berencana membelanjakan waktu miliknya.

Semua aktifitasnya terjadwal sesuai prioritasnya. Dia hanya akan melakukan hal-hal yang penting dan tidak melakukan hal-hal yang sia-sia dan hanya membuang-buang waktunya saja.

Namun istilah waktu adalah uang adalah kurang tepat karena waktu bisa digunakan untuk membeli uang sedangkan uang tidak dapat membeli waktu. Uang hanya dapat mencegah pemborosan waktu, tidak dapat membeli waktu melebihi modal waktu tetap (usia) yang sudah diberikan Tuhan.

Pembelian waktu dengan uang dalam hal multitasking Insya Allah akan dibahas dalam artikel lain.


Waktu Lebih Berharga daripada Emas

Pepatah Arab ini menyatakan lebih berharganya waktu daripada emas. Yang berarti juga waktu lebih berharga daripada uang. Jadi ini istilah perbandingan yang lebih tepat daripada waktu adalah uang.

Maka dari istilah-istilah ini, kita bisa lihat betapa berharganya waktu. Mengapa waktu sangat berharga?

Jawabannya adalah karena waktu ditempelkan kepada setiap manusia dalam bentuk usia.

"Waktu yang ditempelkan ke manusia dalam bentuk usia, adalah argo yang terus berjalan dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan nanti setiap detiknya."


Argo Terus Berjalan

Sebagaimana argo taksi saat sedang menjalankan misinya (membawa penumpang), argo manusia pun juga terus berjalan.

Hal ini sangat luar biasa. Karena apa?

Karena argo manusia ini terus berjalan dalam aktifitas apapun. Manusia sedang bekerja, argo usianya tetap berjalan. Manusia sedang terlelap tidur, argo usianya pun terus berjalan. Jadi seakan-akan manusia terus dipantau siang dan malam mengenai apa-apa yang dilakukannya selama argo usianya itu berjalan.

Ketika taksi kembali ke pool/pangkalan taksi, catatan argonya dihitung dan supir taksi menyerahkan uang kepada kepala pool sebesar catatan argo di taksinya.

Jika argonya tinggi dan uang yang diserahkan sesuai dengan catatan argonya, maka pendapatan perusahaan taksi akan tinggi dan supir taksi dianggap berprestasi dan mematuhi standar perusahaan. Dia sudah mengantarkan penumpang ke tujuannya dengan baik.

Namun jika sebaliknya, maka pendapatan perusahaan sedikit dan supir taksi diberikan nilai kurang kompeten dalam menjalankan tugas, terlepas dari rintangan di jalan dan sebagainya.


Perhitungan Argo Waktu di Pool Manusia

Jika manusia kembali ke pool manusia (pool sementara adalah di kuburan, pool berikutnya adalah di Padang Masyar), maka akan dihitung nilai aktifitas yang telah dilakukan sepanjang penggunaan argo usianya tersebut.

Jika sepanjang penggunaan argo usia manusia itu banyak melakukan kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama, maka berarti dia mematuhi standar Tuhan dalam menjalani hidupnya.

Namun jika sebaliknya, dia menggunakan argo berjalan usianya tapi tidak pernah mengantarkan seseorang ke tujuannya dengan baik (membantu orang miskin mencapai tujuannya untuk makan, membantu orang kesulitan mencapai tujuannya menyelesaikan kesulitan tersebut, dan lain-lain), maka dia seperti supir taksi yang argonya berjalan tapi tidak pernah mengantarkan penumpangnya sampai ke tujuan.

Entah terjadi kecelakaan, nyasar sehingga terjebak macet, mobil rusak karena pemakaian tidak hati-hati, kurang ahli dalam mengemudi, tidak sopan kepada penumpang, dan sebagainya.

Maka bukannya dia mendapat bayaran dari penumpang walaupun argonya sedang berjalan, tapi dia dapat komplain dan omelan penumpang. Bahkan ada juga supir taksi yang malah membuat penumpangnya celaka!

Maka analoginya, berarti manusia ini tidak menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik. Sering menelantarkan penumpang-penumpang yang butuh bantuan sampai ke tujuan hidupnya masing-masing.


Dan Argo Terus Berjalan

Waktu lebih berharga dari emas adalah ungkapan yang jitu. Karena dengan waktu, manusia bisa menjadi mulia atau menjadi durhaka kepada Sang Pemberi argo usia.

Argo usia terus berjalan. Dan seyogyanya supir taksi terus meningkatkan keahlian dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Sehingga supir taksi bisa mengantarkan semua penumpangnya dengan selamat sampai ke tujuannya masing-masing. Apapun rintangan yang dihadapinya selama di perjalanan.

Manusia pun  dengan argo yang terus berjalan, harus terus meningkatkan pemahaman tentang tujuan hidupnya, ilmu, dan keahlian dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Agar dirinya menjadi manfaat untuk sesama dan bisa mengantarkan sesama mencapai tujuan-tujuan hidup yang beraneka-ragam di sepanjang waktu dan jalan hidupnya.

Jika para penumpang kehidupannya bisa dibantu sampai ke tujuan-tujuan mereka, para penumpang kehidupan itu akan memberikan imbalan kebaikan yang setara dengan catatan pahala. Dan kebaikan-kebaikan lain yang diberikan oleh Tuhan alam yang menyukai terjadinya kebaikan di dalam alam yang milik-Nya ini.

Mari menjadi supir kehidupan yang handal. Yang bisa membawa diri dan para penumpang kehidupan kita (keluarga, kerabat, teman, pasangan, anak, dan seterusnya) ke tujuan-tujuan terbaik yang sudah disediakan Allah.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Kategori:
Back To Top