Biaya umroh murah 2019 di Jakarta dan informasi akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Setelah Program Umroh I'tikaf 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ikuti Promo Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.


I’tikaf

Berasal dari bahasa Arab, I’tikaf berarti menetap, menghalangi diri, atau mengurung diri.


Promo Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014. I'tikaf secara istilah artinya ibadah yang dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan shalat, dzikir, dan membaca Al Qur’an.


Tujuan I’tikaf

Mutakif (orang yang beri’tikaf) bertujuan untuk mencari ridho Allah dan bermuhasabah/introspeksi diri atas perbuatan-perbuatannya selama ini. Untuk perbaikan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Jadi Pemenang di Ramadhan Ini, Berangkat ke Tanah Suci dengan Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014 



Pembagian I’tikaf

1. I’tikaf Wajib

I’tikaf yang dikarenakan adanya nazar/janji. Misalnya “kalau target bulan ini sukses, saya akan ber’itikaf selama 1 hari di masjid Al Hikmah.”


2. I’tikaf Sunnah

Yakni I’tikaf yang sunnah dilakukan. Misalnya I’tikaf hari Jumat dan I’tikaf 10 hari akhir bulan Ramadhan.



Syarat I’tikaf

Syarat-syarat I’tikaf adalah muslim yang baligh dan berakal (tidak boleh anak kecil yang belum baligh dan berakal untuk beri’tikaf), berniat I’tikaf, suci dari junub, haid, dan nifas (I’tikaf tanpa wudhu tidak apa-apa tapi dianjurkan dalam keadaan bersuci/wudhu), dan dilakukan di dalam masjid (tidak boleh I’tikaf di luar masjid bahkan di rumah).


Program Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014. Indahnya Umroh di Tanah Suci



Rukun I’tikaf

1. Niat
2. Berdiam diri di masjid



Masjid Tempat I’tikaf

Menurut Imam Malik dan Imam Syafi’I, semua masjid sah dijadikan tempat I’tikaf. Namun masjid yang disyaratkan menjadi tempat I’tikaf adalah masjid jami’, yakni masjid yang dijadikan tempat shalat jamaah shalat 5 waktu dan shalat Jum’at.

Sehingga mutakif tidak perlu keluar masjid tempat I’tikafnya pada waktu-waktu shalat 5 waktu dan shalat Jum’at.

Menurut Abu Hanifah dan Imam As-Tsauri, wanita boleh beri’tikaf di mushalla atau tempat shalat di rumah. Karena wanita lebih utama untuk melakukan shalat di rumah.


Insya Allah Mabruurah dan Barokah. Program Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.


Seutama Masjid Tempat I’tikaf

Masjid tempat I’tikaf yang paling utama secara berturut-turut adalah:  Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqso.



Yang Dibolehkan bagi Mutakif

1. Keluar dari masjid tempat I’tikaf untuk keperluan mengantar istri.

Setelah itu langsung kembali ke masjid tempat I’tikaf.


2. Keluar masjid kalau ada keperluan yang harus dilakukan di luar masjid.

Seperti mandi, makan dan minum (jika tidak ada yang mengantar ke masjid. Jika ada yang mengantar maka dibolehkan makan dan minum dimasjid dengan tetap menjaga kesucian masjid), buang air besar dan air kecil, dan apapun kebutuhan primer yang tidak dapat dilakukan di masjid.

Dengan syarat langsung kembali ke masjid setelah menyelesaikan keperluannya itu.


3. Mandi, sisir rambut, potong kuku

4. Menerima tamu di masjid untuk hal-hal yang dibolehkan dalam agama



Pembatal I’tikaf

Adalah tidak terpenuhinya syarat dan rukun I’tikaf di atas:

1. Murtad
2. Hilang akal karena gila atau mabuk
3. Menjadi junub, haid, atau nifas. Memegang istri tanpa syahwat tidak membatalkan I’tikaf.
4. Tidak berdiam diri di masjid / keluar masjid tanpa hal-hal yang dikecualikan. Misal keluar masjid untuk makan malam bersama keluarga, keluar masjid untuk shalat Jumat, atau melebihi dari keperluan yang dibolehkan saat itikaf.



Umroh dan Haji untuk Indonesia. Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.


10 Malam Terakhir Ramadhan

Rasulullah lebih bersemangat beribadah dan beramal saat menjelang 10 hari terakhir Ramadhan.

Alasannya adalah karena setiap amalan dinilai dari akhirnya, dan di 10 malam terakhir ada malam Lailatul Qadar.



“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)


Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,



“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)


Rasulullah Lebih Fokus Ibadah di Saat Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan


Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).


“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan i’tikaf di bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun di tahun beliau diwafatkan, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 2044).



Berkata Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah,


“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk meraih lailatul qadar. 
Beliau ingin mengasingkan diri dari berbagai kesibukan dengan melakukan i’tikaf. Dengan menyendiri akan lebih berkonsentrasi dalam dzikir dan do’a. Dan beliau pun benar-benar menjauh dari manusia kala itu.”


Rasulullah juga membuat kemah/tenda kecil terbuat dari bulu atau wool di belakang masjid untuk beliau beri’tikaf. Rasulullah juga disediakan ranjang di belakang tiang At-Taubah.

Bahkan Imam Ahmad memiliki berpendapat bahwa mutakif (orang yang beri’tikaf) tidak dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang bahkan untuk tujuan mengajari ilmu atau membaca Al Qur’an selama masa I’tikafnya itu berlangsung. Promo Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.

Menurut beliau di saat I’tikaf lebih baik menyendiri dan mengasingkan diri dari orang banyak untuk mengkhususkan diri bermunajat pada Allah, berdzikir dan berdo’a.



I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Menyendiri yang diajurkan adalah menyendiri di masjid (I’tikaf). I’tikaf yang paling dianjurkan adalah I’tikaf di bulan Ramadhan. Dan I’tikaf Ramadhan yang paling dianjurkan adalah I’tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Namun sesuai tradisi mudik orang Indonesia, jika mudik dilakukan setelah lebaran, maka selain akan lebih berkurang kepadatan lalu-lintas mudik, juga bisa memanfaatkan waktu 10 hari terakhir Ramadhan untuk beri'tikaf.

Untuk para karyawan yang sudah mendapatkan cuti di 10 hari terakhir Ramadhan untuk i'tikaf, alangkah bahagianya. Juga bagi pengusaha dan pemilik usaha yang bisa mengatur waktu usahanya agar bisa i'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Bersama Baitussalam, Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.

Fokus beri'tikaf menggapai ridho Allah, agar dilimpahkan rahmat, ampunan, dan surga-Nya. Sukses dunia dan akhirat, digaji langsung oleh Allah karena hidup untuk beribadah kepada Allah.

Kalau tidak i'tikaf 10 hari terakhir di Ramadhan sekarang ini, kapan lagi. Kita pasti bisa kalau mau, yakin, dan tekad bahwa ini adalah luar biasa. Sebagaimana Rasulullah memandang luar biasanya 10 malam terakhir Ramadhan ini.

Yakinkan bisa, dan Allah akan langsung memberi rejeki, rahmat, ampunan, dan surga-Nya pada kita semua. Aamiin aamiin aamiin.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Kategori:
Back To Top