Biaya umroh murah 2019 di Jakarta dan informasi akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Bolehkah Shalat Sunnah Setelah Shalat Witir?

Ilustrasi 60 Rumah dalam 60 Tahun

Ilustrasi 60 Rumah dalam 60 Tahun

Harga Promo Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014.


Pertanyaan ini seringkali ada di benak kita masing-masing. Juga menjadi keraguan apakah boleh shalat sunnah kembali setelah melaksanakan shalat witir.


Ada 2 pendapat di kalangan ulama, menyikapi hal ini.

Promo Biaya Paket Umroh Murah 2014 Membawa Segenap Keluarga Tercinta ke Tanah Suci


1. Pendapat pertama yaitu bolehnya melaksanakan shalat sunnah setelah shalat witir.

Tanpa dia harus mengulangi kembali untuk shalat witir. Pendapat ini pun menjadi rujukan beberapa ulama, seperti Hanafi, Maliki, Hambali, Syafi’I, An Nakho’i, Al Auza’i dan Al Qomah.

Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadist berikut ini:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka’at dalam satu malam. Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at, lalu Rasul melaksanakan witir (1 raka’at). Lalu setelah melaksanakan witir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Bila ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya. Dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu, antara waktu adzan shubuh dan iqomah, beliau melakukan shalat dua raka’at.” (HR. Muslim no. 738)

Baitussalam terpercaya memberikan biaya paket umroh murah Desember 2014. Dalil pendukung lainnya yaitu dari cerita Ummu Salamah. Beliau menceritakan bahwasanya Rasulullaah salallaahu ‘alaihi wasallam pernah melaksanakan sholat dua rakaat, sambil duduk setelah melaksanakan shollat witir. (HR. Tirmidzi no. 471 - Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Juga dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullaah bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian yang khawatir tidak bangun di akhir malam. Maka berwitirlah di awal malam kemudian tidurlah” (HR. Tirmidzi no. 1187. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih)

Penjelasan tentang tidak perlu adanya witir dalam satu malam, adalah hadist Nabi sebagai berikut:

“Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (HR. Tirmidzi no. 470, Abu Daud no. 1439, An Nasa’i no. 1679. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih)

Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014 untuk Kita Semua


2. Pendapat yang kedua, tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shalat sunnah setelah shalat witir.

Terkecuali, dia membatalkan witir yang pertama. Yaitu dengan melakukan shalat sunnah 1 rakaat kembali untuk menggenapkan shalat witir sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan shalat sunnah 2 rakaat sampai beberapa kali. Kemudian dia boleh mengerjakan shalat witir kembali sebagai penutup.

“Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir.”  (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)


Mana Pendapat Terbaik?

Dari kedua pendapat tersebut, Manakah pendapat yang paling kuat untuk dilaksanakan?

Jawabannya adalah pendapat pertama. Promo biaya paket umroh murah Desember 2014. Karena Rasulullaah melaksanakan shalat sunnah setelah shalat witir.

Dan ini menunjukkan bahwa bolehnya mengerjakan shalat sunnah setelah shalat witir. Dan tidak ada larangannya.


Shalat malam
Shalat Isya berjamaah. Bisa langsung diikuti shalat witir.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, ada beberapa konklusi (kesimpulan) yang bisa ditarik, diantaranya:

1. Diperbolehkan untuk melaksanakan shalat sunnah kembali, setelah shalat witir.

2. Bisa melaksanakan shalat sunnah, setelah shalat witir tanpa ada batasan raka’atnya. Hal ini dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Majmu’ Al Fatawa, 22/272)

3. Keterangan hadist berikut ini yang berbunyi, “Jadikanlah penutup shalat malam kalian adalah shalat witir” (HR. Bukhari – Muslim). Hukum yang mengenai shalat witir sebagai penutup shalat malam adalah sunnah. Akan tetapi, bukanlah dihukumi sebagai sesuatu yang wajib dilakukan


Tambahan Penting

Shalat sunnah yang beragam macamnya memiliki manfaat yang dahsyat. Shalat Dhuha untuk memperlancar rejeki, shalat hajat untuk memperlancar suatu urusan, shalat tahajjud untuk meminta sesuatu dikabulkan, dan lain-lain.

Secara umum, shalat sunnah yang demikian banyak macamnya adalah untuk:

1. Menyempurnakan shalat wajib yang belum baik dan benar.
2. Untuk menambah tabungan pahala dan kebaikan.
3. Indikator keikhlasan ibadah.

Informasi paket umroh murah dan umroh murah Desember.


batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top