Biaya umroh murah 2019 di Jakarta dan informasi akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Sebuah Wisata ke Jagat Raya Diri Kita (Bag. 1)


Sebuah Wisata ke Jagat Raya Diri Kita (Bag. 1)
Ilustrasi lima lapisan sistem manusia. Apa saja ya kelima lapisan itu?


Tersedia dalam bahasa: Inggris



Wisata ke Jagat Raya Diri Kita dengan Umroh Promo: Umroh Februari 2015! (atau pilih paket lainnya di Umroh 2015)




Mari kita berwisata menuju alam semesta diri kita. Dimulai dari lapisan paling luar. Semoga menyenangkan dan bermanfaat :)


5. Tubuh

Sehari-hari kita makan sekitar 3x sehari. Ini untuk memberikan nutrisi kepada tubuh sehingga tubuh yang menjadi tempat sistem manusiawi berada bisa melakukan operasionalnya dengan kinerja dengan baik.

Selain itu juga untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan tubuh, sesuai distribusi nutrisi dan jenisnya kepada setiap bagian tubuh yang membutuhkan.


5. Tubuh
Tubuh

Saat tubuh mendapat nutrisi yang cukup dan seimbang, maka tubuh layak untuk beroperasi sesuai kehendak pikiran.


4. Pikiran

Pikiran adalah lapisan kedua sistem kemanusiaan setelah tubuh jika dihitung dari yang paling luar.

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran

4. Pikiran
Pikiran

Tubuh yang sehat membuat pikiran bisa fokus kepada pekerjaan-pekerjaan intelektual seperti berpikir untuk memecahkan suatu masalah atau mencari suatu ide baru. Dalam hal ini tubuh yang sehat harus dijaga agar kinerja intelektual pikiran bisa berada di tingkat tertinggi.

Masalah intelektualitas terjadi jika tubuh bermasalah sehingga pikiran tidak bisa optimal mengerjakan kewajiban-kewajiban yang seharusnya.


3. Perasaan

Lapisan ketiga yang lebih dalam setelah tubuh dan pikiran adalah perasaan.

Lapisan tubuh manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan

3. Perasaan
Perasaan di hati.

Jika tubuh sehat, pikiran jernih dan selalu berprasangka baik kepada apapun, maka perasaan akan menjadi tenang dan teduh. Perasaan akan mempengaruhi intelektualitas emosi (emotion equotation). Perasaan menjadi nyaman karena ditunjang oleh tubuh dan pikiran yang sehat.


Hubungan Tubuh - Pikiran - Perasaan

Sampai di sini sudah terlihat pengaruh tubuh fisik ke pikiran, lalu pikiran ke perasaan. Apakah bisa terjadi sebaliknya?

Jika ada pengaruh dari tubuh ke pikiran, dan ada pengaruh pikiran kepada perasaan, maka sebenarnya dari perasaan ke pikiran, lalu dari pikiran ke tubuh, juga masing-masing ada pengaruhnya.  Pengaruh balik dari perasaan ke lapisan-lapisan manusiawi yang lebih luar ini bisa akan menguatkan status yang sebelumnya sudah ada di pikiran dan tubuh saat itu.

Contohnya misal tubuh sehat, pikiran jernih, sehingga akan menghasilkan perasaan tenang dan teduh.

Perasaan tenang dan teduh ini memberikan balikan kekuatan yang akan lebih menguatkan kembali kejernihan pikiran dan kesehatan tubuh. Karena perasaan memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada pikiran dan tubuh.

Misalnya Anda orang yang kaya perasaan (baca: kaya hati), maka pikiran Anda akan dipenuhi dengan hal-hal tentang bagaimana membagi kebahagiaan Anda itu kepada orang lain, dan tubuh Anda akan melakukan aktifitas yang sangat berarti bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Membuat orang lain bahagia, sehingga kebahagiaan Anda bertambah-tambah.

Kekayaan hati biasanya akan cepat menarik seseorang menjadi kaya harta yang mudah, mencukupi, dan barokah, walaupun tanpa disengaja karena datangnya rejeki yang tidak disangka-sangka (akibat kekayaan hatinya itu).

Dan beruntungnya, perasaan dapat dimotivasi dengan cara-cara yang benar, dengan kata-kata yang baik dan perlakuan yang menyenangkan hati. Jika ada orang sakit yang bisa segera sembuh, maka dapat dipastikan bahwa dia merasakan sesuatu yang membuat pikirannya kembali jernih dan tubuhnya kembali sehat.

Hal itu bisa berupa kata-kata indah dan baik dari keluarga dan orang-orang disekelilingnya, juga perlakuan baik dari mereka , juru medis yang menanganinya, dan fasilitas yang ada disekitarnya yang menyenangkan dirinya dan membantu proses penyembuhan penyakitanya melalui lapisan manusiawi perasaan, pikiran dan tubuh.



2. Alam Bawah Sadar

Setelah lapisan manusiawi tubuh, pikiran, dan perasaan, maka lapisan berikutnya adalah lapisan jiwa atau alam bawah sadar.

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa


2. Jiwa
Jiwa (= alam bawah sadar)


Alam bawah sadar ini berisi semua program-program kerja dan standar operation prosedur atau prosedur pelaksanaan operasi kerja (SOP-SOP)  setiap manusia yang akan dijalankan secara operasional (yang dilihat sebagai tingkah laku oleh manusia lainnya).

Selain itu, alam bawah sadar ini berisi proyek-proyek diri setiap manusia yang akan dicapai hasilnya dengan standar operational procedure yang ada juga di dalam alam bawah sadar ini. Proyek-proyek diri ini ditentukan berdasarkan program-program kerja/SOP yang sudah dibangun sehingga kemungkinan besar memang akan tercapai.

Misal, seseorang memiliki program alam bawah sadar sebagai penakut, maka proyek-proyek alam bawah sadarnya akan memiliki tujuan deliverables yang akan dapat dicapai oleh seseorang yang penakut. Begitu juga sebaliknya.

Jika seseorang memiliki program/SOP alam bawah sadar sebagai seorang pemberani, maka akan direfleksikan dalam proyek-proyek alam bawah sadarnya di mana hasilnya adalah yang bisa dicapai oleh orang-orang pemberani.

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa
Lima lapisan sistem manusia. Apa lapisan yang kelima?

Dari mana alam bawah sadar ini mendapatkan program-program/SOP-nya? Berikut artikelnya.

Lihat versi Bahasa Inggris.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top