Biaya umroh murah 2019 di Jakarta dan informasi akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Sunnah: Pengukur Keikhlasan Ibadah

Sunnah sebagai Pengukur Keikhlasan Ibadah

Ingin Merasakan Pergantian Tahun Baru dengan Umroh? Dibuka Pendaftaran Promo Biaya Paket Umroh Murah Desember 2018


Ibadah

Dalam Islam dikenal yang namanya ibadah. Hal ini karena sesungguhnya Allah menciptakan seluruh bangsa jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah.


Pengertian ibadah di sini mencakup ibadah mahdhoh baik wajib dan sunnah dan ibadah ghairu mahdhoh.


Ibadah Mahdhoh

Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Bisa dibilang ini adalah pengertian ibadah dalam arti sempit.

Contoh ibadah mahdhoh adalah shalat, puasa, dan haji (termasuk umroh).

Berhaji Jika Mampu. Berumroh Juga Jika Mampu. Insya Allah Mampu bagi Yang Mau dan Rindu Baitullah. Promo Biaya Paket Umroh Murah Akhir Tahun Desember 2018.


Jadi ibadah mahdhoh ini harus tepat dan jelas dasar hukum dan tata-cara pelaksanaannya. Jadi jika ada ibadah yang dibuat-buat tanpa ada dasarnya maka itu haram hukumnya.

Umroh dengan Umroh Akhir Tahun Desember 2018/2019 Seat Terbatas. Selain syarat ibadah mahdhoh adalah adanya dasar hukumnya dan tata-cara pelaksanaannya, juga bersifat supra rasional (di luar jangkauan lapisan pikiran kecuali sedikit yang terkait dengan hikmah nyata yang bisa dipikirkan atau dirasakan).

Karena asas ini (supra rasional) maka umat muslim harus mengajarkan pada lapisan pikirannya untuk jangan berpikir-pikir melaksanakan ibadah mahdhoh ini. Karena ini urusan lapisan perasaan, lapisan bawah sadar, dan roh.


“Sami’na wa ‘atho’na. Kami mendengar dan kami mematuhi.”

Kalau kata Nike: "Just Do It!"


Jadi jelas bahwa ibadah mahdhoh terkait dengan ibadah-ibadah wajib.

Layanan Profesional Umroh dan Haji di Baitussalam dengan Promo Biaya Paket Umroh Desember 2018



Ibadah Ghairu Mahdhoh

Lain lalang, lain belalang. Kalau ibadah mahdhoh terkait dengan hubungan kepada Allah (hablumminallah), maka ibadah ghairu mahdhoh lebih terkait dengan hubungan antar manusia (hablumminannaas).

Contoh ibadah mahdhoh adalah membuat pesawat terbang untuk memudahkan perjalanan umroh muslim yang jauh, membuat website untuk mempresentasikan profil perusahaan, membeli rumah untuk tempat tinggal layak diri dan keluarga, menuntuk ilmu atau mencari rejeki sampai jauh dari tempat tinggal asal, dan seterusnya.

Selama hasil apa yang telah dibuat atau dikerjakannya itu memberikan kebaikan dan kemudahan bagi sesama dalam melakukan kebaikan lainnya, maka orang itu akan terus mendapatkan kebaikan dan pahala yang terus mengalir.

Kurang Yakin Aman dan Percaya dengan Travel Harga Kemurahan? Gunakan Baitussalam Fair Promo Biaya Paket Umroh Menarik Desember 2018

Jika ibadah mahdhoh keberadaannya wajib dengan adanya dalil atau hukum yang memerintahkan, maka sebaliknya, ibadah ghairu mahdhoh keberadaannya boleh dilakukan jika tidak ada dalil atau hukum yang melarang.

Dalam ibadah mahdhoh, jika ada perbuatan dan tata-cara yang dibuat-buat, maka ini disebut bid’ah dhalalah. Bid’ah yang sesat dan menyesatkan dan ini berakibat dosa.

Sedangkan dalam ibadah ghairu mahdhoh, tidak ada yang namanya bid’ah dhalalah karena ini tidak terkait dengan tata-cara atau pakem tertentu. Pilih Mengisi Liburan ke Hawai $1555 atau Umroh ke Tanah Suci dengan Promo Biaya Paket Umroh Desember? Sehingga dalam hal ini disebut salah kalau ada yang tidak benar dalam melakukan ibadah ghairu mahdhoh. Salah itu belum tentu berdosa.

Segera Mendaftar Promo Biaya Paket Umroh Desember 2019

Jadi sifat-sifat ibadah ghairu mahdhoh adalah lebih kepada hubungan sesama manusia, keberadaannya tidak berdasarkan perintah dalil atau hukum yang tegas melarang, tata laksananya tidak harus mengikuti Rasulullah tapi tetap berpegang pada hukum-hukum umum atau khusus yang terkait , bersifat rasional, dan berasas manfaat.


Ibadah mahdhoh: Karena Allah, sesuai syariat 
Ibadah ghairu mahdhoh: Karena Allah, berbuat kebaikan


Sunnah

Sunnah adalah semua perkataan dan perbuatan yang dilakukan Rasulullah yang jika dilakukan akan mendapatkan kebaikan dan pahala dan jika tidak dilakukan tidak mengakibatkan dosa.

Contoh sunnah adalah shalat sunnah, mencukur kumis dan memanjangkan jenggot, memakan kurma saat bersahur sebelum mulai berpuasa, dan sebagainya.

Shalat wajib sudah tentu wajib dilaksanakan. Karena sifatnya adalah perintah sehingga menjadi kewajiban bagi umat Islam. Suka atau tidak suka. Rajin atau malas.

Bagaimana dengan shalat sunnah yang merupakan ibadah mahdhoh (karena Allah, sesuai syariat) tapi tidak wajib dilaksanakan?

Dalam hal ini, jika seseorang patuh dan taat menjalankan ibadah sunnah, itu sudah sangat baik sekali. Tidak ada yang diragukan dan semoga tetap istiqomah menjalankan perintah-perintah wajib itu.

Maka dari sini sebenarnya case closed. Sudah sangat baik orang itu dan tidak perlu direvisi apa-apa yang sudah dilakukannya.

Terlepas dari itu, ada juga orang-orang yang selain melaksanakan semua perintah yang wajib dari Allah juga melakukan sunnah-sunnahnya seperti shalat sunnah (Rawathib, Tahajjud, Dhuha, Hajat, dan selainnya), memanjangkan jenggot, dan sunnah-sunnah lainnya.

Alasan orang-orang tersebut mungkin beragam. Ada yang kuatir ibadah wajibnya kurang sempurna sehingga ibadah-ibadah sunnahnya akan menyempurnakan ibadah-ibadah wajibnya jika masih ada kekurangan (salah pengucapan Al Fatihah, surat, dan doa waktu shalat, salah hitung pembayaran zakat, kurang menafkahi keluarga dengan baik, tidak mengamalkan ilmu kepada orang-orang yang membutuhkan, memberikan informasi yang salah dalam transaksi jual-beli, dan kelalaian-kelalaian lain dalam melakukan ibadah wajib atau kewajiban-kewajiban yang diembannya).

Namun ada juga orang-orang yang hanya merasa keikhlasan yang dipersembahkan kepada Allah dalam menjalankan ibadah sunnah itu.

Misalnya kita ambil contoh mudah yang bisa dilakukan sehari-hari yakni shalat Rawathib (shalat yang mengiring shalat wajib).

Dia tidak mengingikan apa-apa. Shalat wajib sudah dilakukan semua dengan baik. Bacaan sudah benar dan mengerti setiap arti bacaan shalat. Shalat khusyu sehingga lapisan bawah sadar terbuka dengan selebar-lebarnya.

Semua ibadah wajib dan kewajiban-kewajibannya sudah dilakukannya dengan baik. Dia ingin mempersembahkan keihklasan kepada Allah dengan melakukan apa-apa yang tidak diwajibkan. Walaupun dia tahu sebenarnya sunnah itu juga membawa banyak sekali kebaikan bagi orang-orang yang melakukannya, selain menjadi pembawa cahaya syiar Islam di sekitarnya.

Dia merasa harus bersyukur dengan memperbaiki dan menjalankan semua ibadah yang bisa dia lakukan. Dia bersyukur karena telah menjadi anugerah dalam hidup ini dan semua yang terbaik bagi dirinya sudah melekat saat ini. Daftarkan Diri Anda dan Keluarga Berumroh dengan Program Promo Biaya Paket Umroh Murah Dec 2018.

Iman, ihsan, islam, taqwa yang bercahaya di dalam hatinya dengan lima lapisan manusiawi dalam dirinya yang sungguh luar biasa, adalah nikmat terbesar yang dia terima dari Allah. Dan hanya keridhaan-Nya yang diharapkan setelahnya.

Itulah ukuran keikhlasan seseorang: melakukan sunnah dan ibadah ghairu mahdhoh setelah semua ibadah wajib dilakukan. Semoga kita semua bisa seperti itu. Aamiin.




"Inna shalaatii, wa nusukii, wa mahyaayaa, wa mamaatii, lillahi Rabbil 'aalamiin. (Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidup dan Matiku hanya untuk Allah semata)."


Marilah kita mulai dengan shalat Rawathib dan sunnah-sunnah lainnya.

Harga Promo Umroh Desember



batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Kategori:
Back To Top