Travel umroh murah di Jakarta dan informasi biaya paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Ilustrasi 60 Rumah dalam 60 Tahun

Ilustrasi 60 Rumah dalam 60 Tahun. Promo Akhir Tahun Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014. Booking Hari Ini!

Mengisi Waktu Liburan Akhir Tahun dengan Program Biaya Paket Umroh Murah Desember 2014 (habis). Silahkan melihat umroh Maret 2015, umroh April 2015, atau lengkapnya di biaya umroh 2015.


Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga yang diberikan Allah kepada manusia. Keadilan Allah dibuktikan salah satunya adalah dengan diberikannya waktu dalam porsi yang sama kepada setiap manusia: 1 hari 24 jam.

Ketika seorang bayi dilahirkan maka mulailah usia hidupnya dihitung sejak tanggal lahirnya itu. Karena bayi belum bisa apa-apa, praktis penggunaan waktunya diserahkan sepenuhnya kepada kedua orang tuanya.

Program Paket Umroh Murah Desember 2014. Jika orangtuanya paham bagaimana merencanakan penggunaan waktu terkait dengan kebutuhan perkembangan bayi mereka, maka si bayi akan tumbuh dengan sebaik-baiknya. Namun jika sebaliknya, perkembangan si bayi akan terganggu.

Setiap orang diberikan jatah waktu harian yang sama: 24 jam. Tapi mengapa diantara mereka ada yang sukses dan ada yang susah dalam menjalani hidupnya. Apakah yang membedakan mereka?

Ternyata yang membedakan adalah bagaimana setiap orang menggunakan waktu mereka. Bisa dianalogikan dengan dua orang yang diberikan uang katakanlah Rp. 100.000. Ada yang menghabiskan semua uangnya untuk makan. Tapi mungkin ada juga yang menggunakannya sebagian untuk makan dan sebagian untuk berusaha. Sehingga ada sumber pemasukan untuk makan di hari-hari berikutnya.

Apa hubungan contoh di atas dengan waktu?

Karena uang benda nyata, lebih mudah memahami penggunaan uang dengan contoh seperti di atas. Dan karena jika uang diboroskan akan kelihatan habisnya segera.


Pemborosan Waktu

Sebenarnya ada kesalahan pada lapisan pikiran jika hanya pemborosan uang yang kelihatan. Memang kelihatan tapi hanya dalam jangka waktu pendek. Dan efeknya bisa segera ditanggulangi dengan mencari uang lagi.

Namun pemborosan waktu yang tampak tidak terlihat, sebenarnya efeknya akan lebih berbahaya dan lebih permanen di jangka panjang. Sehingga kalau sudah terjadi efek ini, lebih sukar memperbaikinya dibandingkan pemborosan uang.

“Waktu seperti pedang. Jika engkau tidak menguasainya, maka dia akan menebasmu.”

Misal seseorang diberikan uang Rp. 1 milyar untuk dihabiskan dalam waktu 1 tahun. Jika orang itu menghabiskan seluruh Rp. 1 milyar itu dalam waktu 1 bulan pertama, apa yang terjadi?

Tidak apa-apa.

Karena sama saja apakah orang itu habiskan uangnya dalam jangka waktu kapanpun tidak masalah. Terlihat sangat mudah menghabiskan uang dalam waktu yang pendek dan efeknya juga sebenarnya tidak besar (kecuali yang dihabiskan uang investasi orang lain). Dan jika orang itu memerlukan uang lagi di bulan-bulan berikutnya, tentu dia masih bisa mencari lagi.

Atau contoh lain lagi.

Misalnya seseorang diberikan 12 buah rumah berisi beras untuk stok makannya selama 12 tahun (yang berarti rata-rata 1 rumah nasi itu untuk stok 1 tahun).

Jika ternyata dia cukup rakus dan menghabiskan seluruh 12 rumah nasi itu di tahun pertama, apa akibatnya?

Kalau dia bisa mencari makan dengan cara lain ya tidak masalah. Nikmati Umroh Akhir Tahun Bersama Keluarga dengan Paket Umroh Murah Desember 2014. Dia tidak harus mati karena 12 rumah itu sudah tidak berisi beras lagi di akhir tahun pertama.


60 Rumah dalam Waktu 60 Tahun

Sekarang contoh yang agak berbeda. Misalnya orang yang lain diberikan 60 rumah yang kosong. Lalu dia diwajibkan untuk mengisi semua rumah tersebut dengan beras selama 60 tahun. Berarti rata-rata dalam waktu 1 tahun, setiap 1 rumah harus sudah terisi beras (60 rumah/60 tahun = 1 rumah/tahun).

Apa yang terjadi jika dia belum mengisi satu rumahpun dengan nasi di tahun pertama?

Maka di tahun-tahun berikutnya dia harus mengisi 60 rumah/59 tahun = 1,02 rumah/tahun.

Tapi ternyata dia lalai selama 40 tahun baru mengisi 4 rumah. Sehingga di tahun ke 41 dan seterusnya dia harus mengisi (60 – 4) rumah/ (60 – 40) tahun = 2,8 rumah/tahun. Semakin berat bukan? Tapi apa mau dikata harus segera dikejar, karena kalau dibiarkan akan semakin berat dan risiko tidak terpenuhinya target 60 rumah dalam 60 hari akan semakin besar.


Analogi 60 Rumah/60 Tahun Dalam Kehidupan Manusia

Dalam tugas manusia sebagai Khalifah di muka bumi, maka setiap manusia harus memiliki ilmu dan amal agar bisa memberi manfaat kepada sesama.

Setiap manfaat dan kebaikan yang diberikan kepada sesama itu bisa dianalogikan dengan sebutir beras.

Maka kalau dia optimal dalam melakukan kebaikan kepada sesamanya, maka analoginya dia mampu mengisi penuh 1 buah rumah dengan beras dalam waktu 1 tahun. Mengisi setiap rumah dengan amal shaleh hingga penuh sebanyak-banyaknya rumah hingga jatah waktu miliknya habis.

Terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya pengumpulan beras itu hingga akhir hayatnya.

Setelah waktu di dunia habis, maka dihitunglah berapa banyak rumah yang sudah terisi beras. Jika melebihi target misal 80% dari total maksimal yang harus diisi, maka dia dikatakan berhasil dan berhak atas hadiahnya. Jika kurang maka dia gagal dan berhak atas hukumannya.

Terbukti betapa mahalnya waktu sehingga harus digunakan dengan penuh perencanaan dan secara optimal.


Ilustrasi 60 Rumah dalam 60 Tahun.



Waktu harus digunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kesuksesan diri dan sesama. Karena kalau digunakan selain untuk kebaikan, maka akan berkurang nilai waktu. Sungguh tidak sebanding antara nilai waktu yang sangat berharga apabila digunakan untuk hal-hal selain kebaikan kepada sesama. Nikmati Ritual Seluruh Lapisan Manusiawi dengan Promo Paket Umroh Murah Desember 2014.

Dengan analogi rumah di atas, terlihat keadilan Allah dengan menyediakan pahala bagi yang menggunakan waktu dengan kebaikan, dan dosa bagi yang membuang-buang waktu yang sangat berharga untuk hal-hal yang tidak penting baginya dan bagi sesama. Dan akhirnya siapa yang membawa pahala maka akan kembali kehadirat-Nya dengan bahagia.

Semoga bermanfaat.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Kategori:
Back To Top