Paket Umroh 2015: informasi biaya dan harga paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Laporan Eksklusif Kasus-kasus Umroh Sepanjang 2014 (1-2)


Kabah, Masjidil Haram
Kabah, Masjidil Haram.


Umroh


Kegiatan ibadah umroh adalah sebuah perjalanan ibadah. Karena itu perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, apalagi bagi warga Indonesia, beribadah umroh sama dengan bepergian ke luar negeri, ada banyak hal yang harus disiapkan salah satunya adalah visa umroh atau berkunjung ke Arab Saudi dan armada apa yang digunakan. 

Karena kurangnya matangnya perencanaan, eksekusi, kontrol dan monitor proses-proses yang diperlukan agar jamaah umroh bisa berangkat tepat waktu sesuai waktu keberangkatan yang sudah dijadwalkan, sampai di tanah suci tepat waktu, mengikuti program-program umroh dan menjalankan semua rukun umroh dengan sempurna, dan kembali ke tanah air dengan membawa umroh yang mabruuk, maka ketidaksiapan ini bisa menjadi malapetaka bagi pihak-pihak terkait.

Jika sesuatu hal terjadi yang mengakibatkan gagal berangkatnya jamaah, atau jamaah terlantar di bandara luar negeri saat transit, atau jamaah terlantar di tanah suci, maka hal ini akan sangat merugikan baik pihak travel dan jamaah juga. Karena tujuan travel dan jamaah agar dapat menunaikan ibadah umroh dengan tenang, khusyu, khidmat, dan mabruuk, akan terganggu.


Kasus-kasus Umroh 2014


Kami menghimpun beberapa kasus-kasus umroh yang terjadi di sepanjang tahun 2014 kemarin. Hal ini sebagai kilas balik dan renungan agar semua pihak terkait mempersiapkan sebaik mungkin semua yang diperlukan agar penyelenggaraan umroh dapat berjalan dengan baik sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Semua yang telah terjadi adalah untuk diambil ibroh dan hikmahnya, agar kekurangan sana-sini bisa segera diperbaiki. Bahkan harus diusahakan agar ditingkatkan lagi pelayanan umroh oleh pihak-pihak terkait baik dari sisi jamaah, travel, penerbangan, hotel dan land arrangement, visa, dan yang lainnya.

Setelah mengetahui dengan jelas sebab-sebabnya, semoga kita semua terutama jamaah umroh bisa mengerti kalau-kalau salah satu kasus ini menimpa kita, semoga tidak ya, dan tidak terburu-buru menuduh salah satu pihak, misalnya pihak travel, sebagai penipu dan sebagainya, tanpa tahu terlebih dahulu duduk persoalannya.

Beberapa kasus sering terjadi calon jamaah gagal berangkat karena berbagai permasalahan, diantaranya adalah:


Kasus Umroh #1 : Keterbatasan armada pesawat



Kasus Umroh 1 : Keterbatasan armada pesawat


Menurut berita yang bersumber dari TEMPO.CO, banyak jemaah umroh asal Indonesia yang terlantar di Madinah sejak Sabtu 3 Januari 2015 akibat keterbatasan penerbangan maskapai United Airways yang mereka gunakan. 

Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konjen RI Jeddah Syarif Shahabudin mengatakan bahwa ratusan Jemaah tersebut berangkat ke Arab Saudi dengan menumpang maskapai United Airways milik Bangladesh. Para jamaah tersebut akhirnya tidak dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak perusahaan travel.


Sebab

Kekurangan armada yang membawa jamaah kembali ke Tanah Air, karena tidak banyak armada pesawat Indonesia yang memiliki rute langsung kembali ke Indonesia. Para jamaah harus antre dan menumpang pesawat yang harus transit di negara lain seperti Singapura atau Malaysia. Sedangkan di Malaysia sendiri juga banyak jamaah umroh yang akan kembali ke negaranya dan memiliki jadwal yang sama dengan para jamaah dari Indonesia. 

Kalaupun ada, harga tiket pesawat seringkali malah lebih mahal daripada bila transit karena hanya armada tertentu yang memiliki rute langsung seperti Garuda. Untuk meminimalisir biaya transportasi, pihak perusahaan penyelenggara umroh seringkali harus menggunakan pesawat yang murah, harus transit dan sebagainya. Hal ini yang membuat armada-armada yang mengeluarkan tiket murah sering kehabisan kuota kursi.


Solusi

  1. Tim Perlindungan KJRI di kota Jeddah menghubungi pihak-pihak terkait yakni operator Umroh ( Muassasahhamla Dallah ), wakil para jemaah, penanggung jawab dari travel umroh yang memberangkatkan mereka, pihak maskapai United Airways di Dhaka Bangladesh beserta sales agentnya di Malaysia. Disepakati bahwa pihak Muassasah Dallah yang akan menanggung biaya hotel dari jamaah yang terlantar akibat tidak dapat kembali sesuai waktu dan harus menambah waktu tinggal di Madinah. Sedangkan penanggung jawab dari travel umroh bertugas menyediakan konsumsi bagi seluruh jamaah. KBRI Jeddah juga telah meminta United menyediakan sarana transportasi agar para jamaah dapat kembali ke Tanah Air termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Haji di Arab Saudi cabang Madinah.

  1. Jamaah asal Indonesia yang dapat dipulangkan pada kloter pertama sebanyak 191 orang dengan rincian: 

    • Jamaah dari travel Al Aqsho sebanyak 70 orang, Madinah Mulya sebanyak 39 orang, jamaah dari Mulia Wisata Abadi sebanyak 41 orang dan Pakem 41 orang.
    • Pada kloter kedua, KJRI Jeddah memulangkan 31 orang dari travel umroh PT. Al Uslub dan PT. Muaz sebanyak 22 orang dengan memakai maskapai penerbangan lion Air, sedangkan sisanya dari PT. Ikon Wisata sebanyak 45 jemaah diterbangkan dengan menggunakan United Airways.
    • Selanjutnya dari kloter ketiga, sebanyak 38 orang dari PT. Weshal TV dipulangkan dengan menggunakan pesawat dari maskapai United Airways, 39 orang dengan penerbangan lain. PT Al Aqsho akhirnya dapat memulangkan 120 orang dengan maskapai United Air dan 50 orang sisanya menggunakan pesawat Oman.

  1. Secara umum untuk menghindari masalah akomodasi, para calon jamaah sebelum memesan paket perjalanan umroh agar memeriksa ijin resmi biro tersebut dan mengecek kembali fasilitas yang diberikan, kepastian jadwal berangkat dan pulang serta akomodasi lainnya.


Kasus Umroh #2 : Keterlambatan pemberian visa kepada jamaah



Kasus Umroh 2 : Keterlambatan pemberian visa kepada jamaah


Keterlambatan pemberian visa kepada calon jamaah oleh Dubes Arab Saudi juga kerap menjadi penyebab jamaah umroh terlantar karena tiket pesawat telah di tangan dan hotel di Arab Saudi telah dipesan dan dibayar, namun akibat visa belum didapat, mereka harus terlantar di bandara atau di hotel menjelang waktu keberangkatan sembari menunggu visa. Hal ini sering terjadi di awal-awal musim umroh sekitar bulan Desember-Januari-Februari. 

Karena itu diharapkan Kementrian Agama  dapat melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi melalui Kedubesnya yang ada di Indonesia agar persoalan pemberian visa ini dapat segera diselesaikan. Hal ini untuk menghindari kerugian yang dialami oleh biro travel umroh yang telah membayar akomodasi baik biaya pesawat serta hotel di Arab Saudi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.


Sebab

Sebab keterlambatan pemberian visa karena pemerintah dan Kedubes Arab Saudi yang berlokasi di Jakarta belum membuka pelayanan visa sementara pihak perusahaan penyelenggara umroh sudah menjadwalkan umroh regular sejak minggu pertama bulan Desember 2015. Keterlambatan ini tidak hanya menimpa Indonesia namun juga terjadi di seluruh dunia, di mana Kedubes Arab Saudi di Negara tersebut belum membuka pelayanan pengurusan visa untuk berumroh.

Selain itu pembatasan terhadap kuota jamaah Umroh dalam kurun waktu tertentu oleh Pemerintah Arab Saudi juga menyebabkan lamanya pengurusan visa, padahal jamaah telah membayar akomodasi dan siap berangkat sesuai jadwal.


Solusi

  1. Untuk menghindari keterlambatan penerimaan visa untuk para jamaah, pihak penyelenggaraan ibadah Umroh hendaknya dapat berkoordinasi dengan provider penyelenggara umroh untuk mendapatkan kejelasan quota umroh bulan itu dan benar-benar memperhatikan jadwal buka pelayanan visa umroh di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sebelum menetapkan jadwal keberangkatan.
  1. Keterlambatan pemberian visa yang berasal dari perubahan kebijakan  pembatasan kuota oleh Pemerintah Arab Saudi hendaknya disosialisasikan dengan baik oleh operator resmi penyelenggara ibadah haji dan umroh kepada perusahaan biro perjalanan seluruh dunia terutama Indonesia, hal ini untuk menghindari penumpukan berkas visa jamaah di kantor Kedutaan Besar Arab Saudi.
  1. Pihak penyelenggara juga hendaknya berkomunikasi secara intens dengan calon jamaah agar mereka tidak terlantar di bandara karena menunggu visa terutama jamaah yang berasal dari luar kota Jakarta.


Trina Trinawangsih

(Bersambung ke http://www.baitussalam-umroh.com/2015/02/laporan-eksklusif-kasus-umroh-2014-3.html)



Lihat biaya umroh Dena Tour: umroh April 2015, umroh Mei 2015, umroh Ramadhan 2015.


batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top