Paket Umroh 2015: informasi biaya dan harga paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Laporan Eksklusif Kasus-kasus Umroh Sepanjang 2014 (3)


Laporan Eksklusif Kasus-kasus Umroh Sepanjang 2014 (3)
Seorang peneliti laboratorium medis sedang meneliti sebuah vaksin.

Artikel sebelumnya: http://www.baitussalam-umroh.com/2015/02/laporan-ekslusif-kasus-kasus-umroh-2014-1-2.html


Kasus Umroh #3 : Kasus Penyebaran Penyakit Menular


Kasus mewabahnya virus ebola dan MERS ternyata cukup membuat khawatir para calon jamaah umroh dan haji Indonesia. Selain wabah penyakit, kondisi sebagian jamaah yang kurang fit akibat kelelahan menunggu di bandara dan beribadah di Tanah Suci menyebabkan mereka rentan terserang penyakit.


Antisipasi Penyebaran Penyakit Menular

Kasus beberapa jamaah umroh dan haji yang meninggal dunia baik di Tanah Suci maupun ketika kembali ke Tanah Air cukup membuat khawatir para calon jamaah yang akan berangkat. 

Mereka diduga membawa virus MERS dan ebola dari Arab Saudi, padahal akhirnya terbukti mereka tidak terjangkiti virus MERS atau ebola, tapi karena kondisi mereka yang drop akibat kelelahan dan ketika sakit di Tanah Suci kurang tertangani dengan baik. Virus ini menyerang orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh sangat rendah seperti terjadi pada anak-anak, orang lanjut usia, orang dewasa yang sedang kelelahan dan makan kurang teratur.


Sebab

  1. Kurangnya informasi dan fasilitas kesehatan yang memadai disinyalir sebagai pemicu terjadinya jamaah yang jatuh sakit dan meninggal dunia baik ketika masih di Tanah Suci maupun ketika tiba di Tanah Air. Selain itu kurangnya kesadaran para jamaah untuk menjaga kesehatan, makan teratur dan tidak memforsir diri.
  1. Selain itu, kurang adanya kerja sama yang baik antara pihak penyelenggara ibadah umroh dan haji dengan departemen kesehatan yang seharusnya dapat memberikan peringatan dini kesehatan jamaah yang akan berangkat ibadah umroh dan haji.


Solusi

  1. Pihak biro travel umroh dan haji, hendaknya dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memeriksa kesehatan para calon jamaah, terutama yang sudah berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit seperti jantung, hipertensi, diabetes dan lain-lain. 
  1. Bila perlu tidak hanya vaksin meningitis saja yang disyaratkan namun tes kesehatan lainnya yang dapat membuktikan bahwa calon jamaah memang dalam kondisi sehat ketika akan berangkat. 

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang staf sebuah agen perjalanan umroh, “Selain kewajiban untuk vaksin meningitis sebagai syarat visa, kami sarankan calon jamaah untuk cek kesehatan terlebih dahulu sebelum berangkat.

  1. Hal ini mensyaratkan apabila ada jamaah yang kurang sehat dapat dilakukan penundaan keberangkatan.
  1. Selain itu juga dibentuk sebuah Komite yang fokus pada permasalahan kesehatan para jamaah. The Haji Departement Central di lingkungan Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan panitia persiapan untuk pengaturan tersebut. Pejabat itu menjelaskan bahwa fungsi komite akan dibagi menjadi tiga bagian untuk pengaturan perencanaan, persiapan dan pengawasan masalah kesehatan yang terkait umroh dan haji.
  1. Selain berkoordinasi dengan panitia, Komite juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan langka-langkah pencegahan terhadap penyakit menular. Selain itu juga menyediakan tenaga medis yang memadai agar dapat memberikan pelayanan kesehatan, menyediakan fasilitas medis di rumah sakit dan klinik bagi para jamaah umroh dan haji serta apotik.
  1. Selain itu Arab Saudi juga mewajibkan negara-negara tertentu untuk memberikan vaksin kepada warganya sebelum menginjakkan kaki di Arab Saudi. Vaksin terhadap demam kuning dan kolera disarankan untuk Negara-negara endemik seperti Angola , Benin , Sudan , Senegal , Burkina Faso , Republik Afrika Tengah dan banyak negara Afrika dan Amerika Selatan lainnya.

Vaksin polio juga wajib bagi jamaah yang datang dari negara-negara Afrika , serta juga untuk jamaah dari negara Pakistan, India, Nepal, dan Afghanistan.

Vaksinasi polio oral wajib bagi para jamaah dari negara-negara seperti Uganda , Kenya , Benin , Angola , Togo , Niger , Burkina Faso , Mali , Republik Afrika Tengah , Chad , Pantai Gading , Ghana , Republik Demokratik Kongo dan Ethiopia.

Vaksin flu memang tidak diwajibkan , namun tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca selalu berubah dan daya tahan tubuh para jamaah yang bisa jadi sangat rentan. Pasien berisiko tinggi yang memiliki penyakit kronis , seperti diabetes , hipertensi dan penyakit ginjal, disarankan mengambil vaksin flu untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah umroh dan haji.


Tip Sehat Saat Ibadah Umroh dan Haji


Berikut ini infografis tips sehat bagi para jamaah umroh maupun haji saat di Tanah Suci.


Tip sehat saat ibadah umroh dan haji


Rekomendasi Medis untuk Jamaah Umroh dan Haji


Sebelum Berangkat dan Selama Umroh atau Haji

  • Jaga kesehatan, makan makanan bergizi, dan olahraga secara teratur.
  • Selalu jaga kebersihan tangan dari kotoran dan zat kimia.
  • Tutupi mulut dan hidung dengan masker ketika batuk atau bersin terus-menerus.
  • Jaga jarak minimal satu meter dari orang-orang yang memiliki gejala penyakit pernafasan akut.
  • Hindari memakan makanan setengah matang atau yang dimasak di tempat tidak bersih, banyak lalat, tikus, dan lain-lain.
  • Cuci kembali buah-buahan dan sayur-sayuran yang baru dibeli sebelum diolah atau dimakan.
  • Tetap jaga kebersihan diri setiap saat. 
  • Jamaah yang memiliki penyakit pernafasan akut diiringi demam, batuk, dan flu sangat disarankan untuk menunda keberangkatan.
  • Jamaah yang memiliki riwayat kondisi penyakit sebelumnya (seperti diabetes, penyakit paru-paru kronis, masalah imun/kekebalan tubuh) sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada seorang dokter terkait penyakitnya tersebut sebelum melakukan perjalanan umroh atau haji. Hal ini sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi tingkat kekebalan tubuh dan kelemahan yang berpotensi jamaah tersebut terjangkiti MERS.


Saat Sedang Berumroh atau Haji

Jamaah yang sedang terjangkit penyakit pernafasan akut dengan demam, flu, dan batuk saat umroh dan haji harus:

  • Lapor kepada staf medis yang mendampingi grup jamaah atau ke layanan kesehatan terdekat di Saudi Arabia.
  • Tutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, membersihkan tangan dengan sabun setelahnya. Jika tidak memungkinkan, batuk dan bersinlah di bagian atas lengan pakaian.
  • Hindari ke tempat-tempat keramaian dan sebisa mungkin berada di tempat khusus bagi penderita penyakit pernafasan hingga gejala terkait penyakit pernafasan tersebut berhenti.
  • Jika tempat khusus tersebut tidak berada di dekat jamaah atau tidak memungkinkan, gunakan tisu untuk menutupi mulut dan hidung atau gunakan masker pernafasan saat di tempat-tempat ramai.
  • Hindari berdekatan dengan unta, mengunjungi peternakan unta, dan mengkonsumsi susu unta yang belum distrerilisasi, air seni, atau daging unta yang tidak dimasak dengan baik.


Setelah Berumroh atau Haji

Jamaah yang sedang terjangkit penyakit pernafasan akut dengan demam, flu, dan batuk saat umroh dan haji setelah kembali ke tanah air harus:

  • Memeriksa kembali kondisi kesehatannya terutama terkait dengan penyakit pernafasan yang sedang dideritanya, melapor kepada otoritas kesehatan terkait yang direkomendasikan agen perjalanan umroh dan haji jamaah tersebut.
  • Lakukan hal-hal yang sudah disebutkan di atas sebelumnya ketika batuk atau bersin.
  • Menjaga jarak kontak dengan orang-orang sekitar supaya tidak menularkan kepada mereka penyakit pernafasan yang sedang diderita.
  • Bekerjasama dan menjalankan semua saran dan rekomendasi otoritas kesehatan yang diberikan kepada jamaah penderita penyakit pernafasan yang baru tiba di tanah air.

Trina Trinawangsih & Ida Sri Harsanti

(Bersambung)

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top