Paket Umroh 2015: informasi biaya dan harga paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Pola Makan Nabi

Pola Makan Nabi
Nabi adalah suri tauladan bagi kita umat Islam. Segala hal baik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah SWT, bagaimana berukhuwah dengan sesama manusia bahkan kebiasaan-kebiasaan beliau dalam berkehidupan selayaknya kita laksanakan.

Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur`an surat Al Ahzab di bawah ini:

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Salah satunya adalah pola makan sehat beliau yang telah terbukti menghantarkan beliau pada kesehatan dan hampir-hampir beliau tidak pernah mengalami sakit, kecuali dua kali, yakni ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanannya dan ketika menjelang wafat.

Kesehatan merupakan asset dan rahmat dari Allah SWT karena itulah selayaknya kita menjaganya dengan baik. Karena ketika kita sehat kita dapat melakukan banyak hal mulai dari kegiatan ibadah hingga aktifitas lainnya. Ketika kita sakit barulah kita akan menyadari bahwa kesehatan sangat perlu dan mahal. Ketika sakit kita rela mencari obat dan mengeluarkan biaya yang sangat mahal untuk menyembuhkannya. Karena itu kita harus menjaga nikmat sehat sebelum Allah SWT mencabutnya dari kita.

Rasulullah telah mencontohkan pola hidup sehat, baik melalui makanan yang beliau konsumsi hingga aktifitas sehat lainnya seperti berolahraga dan tidak segera tidur setelah makan. Lalu makanan apa sajakah yang beliau makan sehari-hari agar dapat memiliki kesehatan yang prima sehingga beliau dapat berdakwah hingga akhir hayat?


Berikut adalah tuntunan dari Rasulullah agar kita senantiasa sehat dan berenergi


  1. Setiap pagi setelah bangun tidur, Rasulullah selalu bersiwak (menggosok gigi), hal ini untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Karena apabila gigi dan mulut sakit, tentu saja hal ini akan mengganggu proses pengolahan makanan untuk tubuh terganggu.
  1. Rasulullah mengawali makan paginya dengan segelas air dingin ( bukan air es ) dengan sesendok madu asli. Al Qur`an telah menyatakan bahwa madu merupakan syifaa (obat) sedangkan bila ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berkhasiat membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Selain madu, Rasulullah juga minum susu.
  1. Memasuki waktu dhuha ( pagi menjelang siang ), Rasulullah makan 7 butir kurma ajwa ( kurma yang matang ). Beliau bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”. Kurma inilah yang kemudian melindungi Rasulullah dari racun yang diberikan oleh seorang wanita Yahudi ke dalam makanannya. Racun tersebut dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sedangkan salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal dunia.
  1. Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun. “Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)   Beliau juga mengkonsumsi roti yang terbuat dari gandum ( sya`ir ) yang memiliki manfaat mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin. Roti gandum yang beliau konsumsi adalah dari jenis syar`I yakni yang bermutu kurang bagus dalam artian bukan yang halus, seperti yang disebutkan dalam riwayat berikut :                                                                               
Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

  1. Pada malam hari Rasulullah mengkonsumsi sayur-sayuran yang memiliki kandungan zat dan fungsi menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. Selain itu beliau juga menyukai buah anggur dan labu air. Labu air telah terbukti miliki khasiat mencegah penyakit gula. Diriwayatkan dalam hadist di bawah ini : 

“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)                   
Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis)  
“Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)


    1. Rasulullah menganjurkan agar tidak segera tidur setelah makan agar makanan yang masuk lambung dapat dikonsumsi dengan cepat dan baik agar dapat dicerna oleh tubuh dengan baik.
    1. Rajin berolahraga, Rasulullah selalu menyempatkan diri untuk berolah raga, bermain dengan cucu-cucu beliau dan selalu menggerakkan badannya. Bahkan beliau sangat suka berlari hingga pernah beradu lari dengan istrinya, Aisyah ra.
    1. Rasulullah juga menghindari begadang. Beliau biasanya tidur lebih awal seusai sholat isya agar dapat bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup merupakan hak bagi tubuh agar tubuh senantiasa sehat dan terhindar dari penyakit.


    Selain poin diatas, ada food combining ala Nabi yang bisa diterapkan, yakni:


    • Hindari minum susu bersama makan daging.
    • Hindari makan ayam bersama minum susu.
    • Hindari makan ikan bersama telur.
    • Hindari makan ikan bersama daun salad.
    • Hindari minum susu bersama cuka.
    • Hindari makan buah bersama minum susu

    Demikianlah pola makan dan aktifitas Nabi agar dapat kita laksanakan untuk mendapatkan tubuh yang senantiasa fit dan terhindar dari beragam penyakit. Semoga bermanfaat.

    batas bawah artikel
    Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
    Bagi-bagiin ke anggota
    Cetak/email
    Kategori:
    Back To Top