Travel umroh murah di Jakarta dan informasi biaya paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Haji Plus Series: Kisah Inspiratif Naik Haji


Hamba Allah yang sedang berdoa
Hamba Allah yang sedang berdoa.

Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran” ( Al Baqarah ayat 186 )


Perjuangan Menuju Umroh/Haji


Banyak kita baca kisah-kisah mengharukan orang-orang yang secara logika tidak mampu membayar biaya umroh atau haji namun kenyataannya akhirnya dapat melaksanakannya ibadah tersebut. Hingga kisah – kisah inspiratif tersebut difilmkan atau dibuatkan sinteron seperti kisah “Mak Ijah Pengen ke Mekkah” atau cerita “Tukang Bubur Naik Haji”
.
Kisah-kisah tersebut bukan rekaan namun memang terjadi dalam kehidupan nyata. Di Jawa Timur menurut kabar, pada tahun 2013 dari sekian ratus jamaah haji yang berangkat, diantaranya adalah loper koran, pemulung, pedagang asongan  dan tukang becak yang setelah berjuang bertahun-tahun mengumpulkan uang akhirnya dapat menunaikan ibadah haji atau umroh.

Yang patut menjadi renungan adalah cara yang ditempuh oleh orang-orang yang secara finansial tidak mungkin bisa berangkat karena ongkos haji yang mencapai puluhan juta rupiah.


Sebuah Kisah Mengharukan


Abdullah bin Saiful Hadi
Abdullah bin Saiful Hadi

Salah satu kisah yang mengharukan adalah cerita naik haji seorang bapak 2 anak dari Kabupaten Jember Jawa Timur bernama Abdullah bin Saiful Hadi. Meski hanya lulusan SD namun semangatnya untuk dapat menunaikan rukun islam ke 5 ini sangat kuat. Sejak sekolah, beliau telah bekerja sebagai tukang becak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hingga mulai tahun 1987, beliau selalu berusaha menyisihkan uang dari hasil mengayuh becak dan kuli panggul di pasar Mangli  Jember.

Dari penghasilan yang tak seberapa itu, beliau berhasil mengumpulkan uang untuk ditabung sebagai ongkos naik haji antara Rp 10.000,- hingga Rp 20.000 . Kecuali di hari Minggu dimana banyak toko libur sehingga penghasilannya hari itu hanya cukup untuk makan saja. Namun di hari lain, dia tetap istiqomah menabung.

Karena kesabaran dan ketekunannya, akhirnya pada tahun 2009 pak Abdullah mantap mendaftarkan dirinya ke bank untuk mendapatkan nomer porsi keberangkatan haji. Keinginannya yang kuat juga didukung oleh sang istri yang juga menabung untuk berangkat haji pula. Saat itu untuk mendapatkan nomer porsi haji harus memiliki dana sekitar 20 juta, namun dari hasil menabung selama bertahun-tahun tersebut beliau hanya memiliki dana 17 juta. Untunglah sang istri yang juga turut menabung memiliki dana pas 3 juta untuk menutupi kekurangannya. Dan untuk menambah kekurangan biaya lain-lainnya, mereka mendapatkan bantuan melalui kegiatan arisan warga.


Abdullah bin Saiful Hadi akhirnya naik haji
Abdullah bin Saiful Hadi akhirnya naik haji setelah menabung 22 tahun. Subhanallah!


Pak Abdullah sangat bersyukur karena akhirnya dapat pergi haji. Di depan Ka’bah beliau mendoakan almarhum istrinya yang meninggal dunia sebelum dia dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2011, serta memohon doa agar mendapat rezeki yang berkah. Tak lupa, doa semoga menjadi haji yang mabrur.

Demikianlah Allah bila telah berjanji akan mengabulkan doa permohonan hambaNya yang diucapkan baik dalam perkataan yakni doa seusai sholat wajib dan Sunnah terutama setelah shalat malam juga melalui dzikir harian, serta ikhtiar yang bersungguh-sungguh dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit uang atau harta yang dia miliki. Doa dan ikhtiar memang tak bisa dilepaskan, bagaikan 2 sisi mata uang.


Berdoa di Padang Arafah
Berdoa di Padang Arafah



Kesimpulan

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah diatas adalah, agar kita senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Barangkali teman atau keluarga kita merasa pesimis bahwa kita tidak akan mampu pergi ke Tanah Suci baik untuk menunaikan ibadah umroh maupun haji karena ketiadaan biaya. Namun bila Allah telah berkehendak, siapa sih yang akan bisa menghalangi? 

Yang terpenting dan yang perlu diingat adalah bila kita membutuhkan pertolongan Allah SWT, hendaknya kita memperbanyak amal baik, shalat diperbaiki dulu menjadi lebih tepat waktu dan khusyuk dan bila memungkinkan ditambah dengan sholat Sunnah, banyak berzikir, bersedekah dan menggiatkan bangun malam untuk beribadah. Lalu ikhtiar kita dalam mencari nafkah dan rejeki juga harus lebih bersungguh-sungguh dan benar-benar berniat menyisihkan harta semampu yang kita bisa sisihkan untuk dapat membayar ongkos umroh dan naik haji. Insya Allah jalan kita akan dipermudah menuju ke Tanah Suci, baik untuk umroh atau haji.

Aaamiin.

Semoga bermanfaat.
Trina Trinawangsih


Informasi umroh murah 2015: umroh Maret 2015 & umroh April 2015.

batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Kategori:
Back To Top