Paket Umroh 2015: informasi biaya dan harga paket umroh murah, akomodasi, jadwal penerbangan, manasik, tata cara umroh, dan yang terkait.
Dena Tour

Hemat, Aman, Terpercaya

(021) 3335 1519/0878 8498 3500

Sebuah Wisata ke Jagat Raya Diri Kita (Bag. 2)


Sebuah Wisata ke Jagat Raya Diri Kita (Bag. 2)
Ilustrasi lima lapisan sistem manusia. Apa saja ya kelima lapisan itu?


Tersedia dalam bahasa: Inggris



Wisata ke Jagat Raya Diri Kita dengan Umroh Promo: Umroh Februari 2015! (atau pilih paket lainnya di Paket Umroh 2015)




Alam bawah sadar (atau badan halus atau jiwa) yang berisi program-program dan latihan-latihan batin dari jangka pendek hingga jangka panjang berikut SOP-SOP-nya tidak langsung ada begitu saja. Saat manusia masih bayi, hanya alam bawah sadarnya yang baru ada atau terbentuk, dengan sedikit lapisan perasaan, dan belum ada lapisan pikiran.

Semua kata-kata, perlakuan, dan pengaruh alam sekitar si bayi ini akan langsung diprogram dan dijadikan SOP di bagian alam bawah sadar bayi itu. 

Jika sejak bayi seorang anak diajak berbicara dengan kata-kata yang baik seperti “Abdulloh shaleh ”, “Hafidz pintar”, “Syifa shalehah”, maka kata-kata itulah yang akan langsung ditangkap oleh alam bawah sadar si anak dan dijadikan file operating system/program-program operasional dan dibuatkan manual SOP-nya dengan khazanah kata dan definisi terkait lainnya. 

Khazanah kata dan definisi ini akan berkembang seiring dengan usia dan perkembangan anak tapi inti dan makna dari kata-kata dan nilai-nilai awal yang diterima si anak adalah tetap.

Jangan Berkata-kata Buruk Kepada Siapapun, Apalagi Kepada Diri Sendiri!

Itulah sebabnya sangat dilarang menggunakan kata-kata buruk dan kasar kepada bayi dan anak kecil (seperti “kamu goblok”, “kamu nakal”, dan sebagainya) karena kata-kata itu langsung terserap ke alam bawah sadar dan terpatri dengan kuat di dalamnya. Kalau untuk kita-kita yang sudah dewasa, maka ada lapisan manusiawi kedua yakni lapisan pikiran/logika yang bisa memfilter dan menangkal semua kata-kata dan perbuatan buruk sehingga tidak sampai masuk ke alam bawah sadar.

Di Jepang dilakukan penelitian mengenai air yang diberikan kata-kata indah akan membentuk heksagonal komponennya. Yang jika diminum akan memberikan energi positif dan kesehatan.

Kalau yang merupakan benda mati saja bisa seperti itu, bagaimana dengan makhluk hidup seperti tumbuhan dan bahkan manusia yang 80% kompisisi tubuhnya adalah cairan? Apakah akan berlaku sama?

Hal ini menjadi jawaban mengapa air putih yang dibacakan doa-doa kebaikan oleh Kiyai untuk diminumkan kepada orang yang sedang sakit bisa benar-benar berkhasiat menyembuhkan penyakit orang itu.


Kata-kata adalah Doa

Ingat juga bahwa kata-kata adalah doa. Jadi Anda bisa manfaatkan waktu luang Anda dengan berdoa atau berkata-kata. Misal ketika menunggu bis bisa diisi dengan kata-kata yang baik supaya bisa tercapai.

Misalnya “saya adalah orang sukses”, “keluarga saya orang baik-baik”, “keluarga saya berkecukupan”, “saya dan keluarga selalu beruntung”. Hal ini disebut afirmasi.

Katakan saja dan Insya Allah kata-kata positif tersebut dari konsepsi bisa menjadi realisasi. Semua kenyataan dimulai dari konsep dan afirmasi. Tanpa perlu Anda pikirkan pun (dengan lapisan/alam pikiran) dan sadari (dengan lapisan/alam perasaaan), maka kata-kata itu bisa menjadi program di lapisan bawah sadar Anda.

Untuk yang sudah dewasa dan alam bawah sadarnya sudah terlanjur terisi program-program dan SOP-SOP negatif, bisa dilakukan pemulihan alam bawah sadar misalnya dengan terapi dan psikiatri sehingga program-program dan SOP-SOP negatif tersebut dihapus dan digantikan dengan yang positif.

Jika alam bawah sadar berisi program-program dan SOP-SOP yang positif apalagi yang luar biasa, maka alam bawah sadar ini akan sangat mempengaruhi perasaan, pikiran, dan tubuh. Perasaan selalu positif dan terbuka. Pikiran akan menjadi jernih dan fokus, dan tubuh akan menjadi sehat dan kuat. Semua ini dibutuhkan supaya manusia menjadi manfaat dan berkah atas sesamanya. Saling bertukar kemanfaatan dan keberkahan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling memberi manfaat kepada sesamanya.



1. Roh/Ruh

Roh adalah lapisan manusiawi paling dalam setelah tubuh, pikiran, perasaan, dan alam bawah sadar.

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa; 1. Ruh

1. Ruh
Ilustrasi ruh.

Tentang roh/ruh ini tidak akan dibahas karena Allah mengingatkan bahwa roh adalah urusan-Nya dan kita tidak diberikan ilmu mengenai roh ini dan yang terkait kecuali sangat sedikit. Sehingga tidak memungkinkan untuk bisa membahasnya secara detail dengan tuntas dan menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari apa yang telah Allah tetapkan.

Kesimpulan

Agar manusia bisa melakukan kemanfaatan bagi diri dan sesamanya, dibutuhkan terjadinya keseimbangan antara jasmani dan rohani. Untuk kesehatan jasmani standar dasarnya adalah makan sekitar 3x sehari. Lainnya/sunnahnya adalah olahraga dan tidur yang baik dan cukup. 

Sedangkan untuk menjaga kesehatan rohani standar dasarnya dalam Islam adalah shalat minimal 5x sehari. Sunnahnya adalah membaca Al Qur'an, shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah, menasihati dalam kebaikan, dan lainnya.

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa; 1. Ruh

Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa; 1. Ruh
Lapisan sistem manusia: 5. Tubuh; 4. Pikiran; 3. Perasaan; 2. Jiwa; 1. Ruh



EXTRA TIME!

Injury time


Mengapa waktu shalat lebih banyak daripada waktu makan normal? Makan hanya 3x sehari tapi shalat minimal 5x sehari?

Karena sebagaimana lapisan-lapisan manusiawi tadi, bagian tubuh adalah hanya satu lapisan di antara lapisan-lapisan manusiawi lainnya. Selain lapisan tubuh yang merupakan lapisan jasmani, ada lapisan pikiran, perasaan, alam bawah sadar, dan roh yang merupakan lapisan rohani. 

Islam memberikan petunjuk dengan shalat sebagai standar awal menjaga kesehatan rohani ini. Dan memang seharusnya sehari 40x jika mau menjadi insan yang sehat rohaninya. Atau shalat 5x sehari dengan ditambah sunnah-sunnahnya.


Tambahan terkait lapisan manusiawi

Doa adalah salah satu kekuatan rohani yang hanya bisa diterima oleh alam bawah sadar, karena doa kadangkala tidak memungkinkan untuk dicerna dengan pikiran dan perasaan. Bahkan agar doa bisa makbul, doa tersebut harus sangat diyakini bisa terjadi, sehingga akan benar-benar terjadi. 

Waktu yang paling baik adalah ketika alam bawah sadar sedang terbuka lebar, tidak dipegaruhi tubuh, pikiran, dan perasaan. Biasanya itu adalah waktu saat shalat (baik sendiri seperti tahajud atau jamaah), saat baru bangun tidur (bisa langsung berdoa, berkata, dan menuliskan apa yang diharapkan di atas suatu kertas putih supaya terpatri di alam bawah sadar). 

Islam mengajarkan waktu-waktu mustajab berdoa di tempat-tempat (seperti masjid) dan waktu (seperti bangun tidur tengah malam atau pagi hari) untuk berdoa.


Bagaimana caranya meyakini suatu doa? 


Yakni dengan membuka alam bawah sadar saat memanjatkan atau menerima doa dari orang lain. Aamiinkan saja dengan penuh keyakinan bahwa doa tersebut akan maqbul. Kalau pikiran atau perasaan menentang atau berdemo atas doa Anda, bilang pada pikiran dan perasaan Anda bahwa ini bukan urusannya. :)

(Untuk Anda yang masih harus berlogika mengapa dengan modal keyakinan suatu doa bisa diterima, nantikan di artikel selanjutnya)


batas bawah artikel
Kode kalau Bpk/Ibu akan membuat link ke artikel ini
Bagi-bagiin ke anggota
Cetak/email
Back To Top